Senin, 22 April 2013

CARA MEMBUAT AIR MANCUR SEDERHANA (3D max)

Kali ini saya akan share bagaimana cara membuat air mancur sederhana menggunakan software 3D max 2009. semoga bermanfaat yah :)


Tujuan
Membuat air mancur lengkap dengan material dan animasinya. Material kolam adalah gabungan (mix) dari material bata dan stucco. Air kolam animasi bergelombang / beriak-riak. Air mancur mendapat gaya gravitasi dan gaya pantul di air yang beriak. Dapat dipraktekkan di 3D Studio Max versi 3 ke atas.

Materi
·      Create: Line & Loft,   Particle System: Superspray,    Space Warp: Gravity & Deflector,
·      Modifier List: Lathe, Ripple
·      Material: Opacity, Mix, Self-Illumination
·      Properties: Motion Blur

PERSIAPAN OBJEK
Kolam Bata
1.    Dengan panel Create   → Shapes    → Line

2.    Panel Modify   → Modifier List : Lathe, atur posisi Axis, sehingga menjadi bentuk kolam air mancur

3.    Buat Plane untuk air kolam, panel Create    →  Geometry     → Plane, agar lebih detail atur segment dengan nilai tinggi missal 40

4.    Untuk membuat gelombang/riak air, klik Panel Modify    → Modifier List : Riplle, atur parameternya sebagai berikut:
Amplitude 1 : 56,795
Aplitude2     : 62,061
Wave length : 50,0
Decay          : 0,13

 
 ANIMASI
Animasi Gelombang Air
1.    Atur durasi / lama animasi, klik kanan di Play Animation     , atur parameter Length= 200 Frames. 
Time Conviguaration :
Start Time : 0                                      Length : 200
End time  : 200                                   Frame count : 200

2.    Aktifkan Objek Plane yang sudah diberi Ripple.

3.    Untuk memulai animasi, aktifkan tombol Auto Key

4.    Untuk membuat animasi gelombang air, yang perlu diatur adalah parameter Phase-nya. Pastikan time slider di awal animasi (0/200), parameter Phase = 6

5.    Geser time slider di akhir animasi (200/200), parameter Phase = 0

6.    Play Animation, kini plane seperti air yang beriak bukan? Jangan lupa matikan tombol Auto Key
 

Air Mancur dengan Superspray
1.    Panel Create        → Geometry     → Particle System, klik tombol Super Spray. Di Viewport top, klik/drag untuk membuat emitter / sumber semburan, atur agar posisi emitter ada di puncak kolam, sebagai berikut:
Off axis  = 0
Spead   = 21,0
Off Plane = 0
Spead = 180
Percentage of Particle = 0
 
Particle Quantity
User Rate :   173
 
Speed = 10,6
Variation = 20,0
 
Emit Star = 0
Emit Stop  = 200
Display unit = 200
Life = 120
Variation = 0
Size  = 6, 35
Variation = 22,95
Grow For = 10
Fade for = 10

Particele Type
·         Standar Particle
·         Facing
2.    Play Animation    , tampak semburan hanya berupa titik dengan arah yang segaris.
3.    Untuk merubah semburan ke arah dengan sudut tertentu, atur parameter Spread-nya.





Keterangan:
·      Spread = besar sudut semburan / spray
·      Use Rate = jumlah partikel rata-rata
·      Particle Motion: Speed = Kecepatan semburan
·      Particle Motion: Variation = Variasi kecepatan semburan
·      Emit Start = Frame dimana semburan dimulai
·      Emit Stop = Frame dimana semburan berakhir
·      Display Until = Frame dimana semburan bisa tampil
·      Life = lama / durasi (frame) setiap semburan
·      Particle : Size = Besar titik partikel (render untuk melihat hasilnya)
·      Particle : Variation = Variasi besar partikel

Gravitasi
1.    Objek partikel spray selalu mengarah ke atas sesuai arah panah. Agar partikel mendapatkan gaya gravitasi, klik Create      →Space Warps      → Forces, klik tombol Gravity. Di Viewport Top, klik dimana saja agar mendapatkan icon Gravity yang mengarah ke bawah

2.    Namun Gravity tersebut ada pengaruhnya. Untuk mempengaruhi objek partikel, aktifkan tool Bind to Space Warp     di Tollbar.
3. Drag objek partikel ke icon Grafity

4. Untuk merubah kekuatan gravity, aktifkan icon Grafity, klik Panel Modify      , atur parameter Strength-nya

5. Play Animation      , kini partikel bergerak ke atas sebentar lalu jatuh ke bawah. Catatan: Dimana – mana ‘jatuh’ selalu ke bawah.

Deflector
1.    Setelah ada gaya gravitasi pada partikel, kini saatnya memberikan gaya pantulan pada partikel. Bidang pantul disebut Deflector.
Untuk mendapatkan Deflector, panel Create     Space Warps      →Deflector, klik tombol Deflector. Lalu buat bidang Deflector (segiempat) di Viewport Perspective,
2.       Atur posisinya dengan tool Select and Move       , agar sama posisinya dengan Plane yang beriak
3.       Agar lebih mudah dikenali, aktifkan / pilih objek partikel dan Deflector saja, klik menu Tools  →   Isolate Selection (Alt-Q).
4.       Aktifkan tool Bind to Space Warp      , Drag Deflector ke Emitter Spray seperti gambar di samping
5.       Play Animation         . Kini partikel sudah memantul ke bidang Deflector.
6.       Klik Exit Isolation Mode,

MATERIAL
Material Kolom Bata
1.         Berikutnya ada pemberian material untuk kolom batu. Klik menu Rendering  → Material Editor, di tab Maps atur parameter Diffuse menjadi Mix
Keterangan:
Material Mix adalah campuran 2 buah material. Pengaturan komposisi campuran tersebut dengan parameter Upper dan Lower
2.         Drag slot yang aktif tersebut ke Kolam batu
3.         Tampak penyusunan batu bata yang tidak wajar. Untuk memperbaikinya, Klik Panel Modify→     Modifier List : UVW Mapping
4.         Pastikan Mapping : Box, Gizmo kotak mungkin tidak persis menutupi / melingkupi kolam batu tersebut.
5.         Aktifkan Gizmo tersebut, putar dengan tool Select and Rotate      , agar searah dengan kolam batu, coba Aligment X, Y, atau Z, lalu klik tombol Fit, sehingga didapat pemetaan yang lebih wajar sebagai berikut:
6.         Render (F9) hasilnya, maka tampil lebih realistis dengan adanya campuran batu bata dengan bintik Stucco
Material air di Plane Ripple
1.         Klik menu Rendering Material Editor, atur Opacity = 25 agar lebih transparan. Atur pula Specular Highlight seperti gambar di samping, agar lebih kinclong.
2.         Drag Slot tersebut ke objek Plane yang beriak di Viewport Perspective.
3.         Silakan Render (F9). Air kini tampak lebih transparan.
Material Air Mancur
1.         Aktifkan slot yang masih kosong di Material Editor, atur parameter Shader Basic :
·       Self Illumination: Color = Putih, agar berwarna putih solid yang berpendar terang
·       Cheklist 2 sided agar dua sisi partikel dapat tampil pada saat di render
2.         Drag Slot tersebut ke objek Plane yang beriak di Viewport Perspective.
3.         Silahkan Render (F9). Hasilnya semua percikan air berwarna putih terang. Catatan: Sialnya jika air mancur ditampilkan di malam hari, partikel / percikan tersebut tetap terlihat terang.
4.         Air kurang terasa hidup / bergerak, klik kanan partikel air tersebut di Viewport Perspective, klik ini menu Properties.
5.         Agar ada kesan blur, di kotak dialog Object Properties, aktifkan Motion Blur: Multipler = 2,5, checklist Image sebagai berikut:
6.         Render (F9) hasilnya, maka air mancur lebih hidup karena ada kesan blur (motion blur). Silahkan render animasinya ! 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar